Palopo, 19 Agustus 2024 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palopo menggelar kegiatan penyusunan program kerja untuk tahun anggaran 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Fakultas ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Satuan Pengawas Internal (SPI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta Analis Perencana IAIN Palopo. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palopo, Dr. Munir Yusuf, M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Munir Yusuf menekankan pentingnya penyusunan program yang terencana dan terukur untuk mencapai visi dan misi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. “Penyusunan program kerja yang baik adalah kunci untuk mewujudkan tujuan akademik kita dan meningkatkan kualitas pendidikan di institusi ini. Kegiatan asistensi hari ini merupakan langkah strategis untuk memastikan semua program yang direncanakan sesuai dengan standar dan kebutuhan yang ada,” ujar Dr. Munir Yusuf.

Acara ini bertujuan untuk memberikan panduan dan arahan kepada fakultas dalam menyusun program kegiatan yang optimal. Program kerja beserta rencana anggaran yang telah disusun sebelumnya dipaparkan secara bertahap oleh wakil dekan bidang administrasi umum, perencanaan dan keuangan, Alia Lestari, S.Si., M.Si, kemudian di asistensi oleh SPI, LPM dan beberapa Analis Perencana. Program kerja ini disusun berdasarkan rekomendasi dari analisis capaian renstra sementara FTIK tahun 2020 – 2024 yang akan berakhir tahun ini.
Pada kesempatan ini, sekretaris LPM mengingatkan tentang beberapa komponen borang akreditasi yang harus dipenuhi oleh program studi yang akan mengajukan akreditasi tahun depan, sehingga kuantitas dari beberapa program kerja ditambahkan agar dapat memenuhi target akreditasi. LPM juga meberikan informasi tentang besaran anggaran yang dibutuhkan untuk mengusulkan akreditasi pada lembaga akreditasi mandiri kependidikan (LAMDIK).
Sementara itu, Kepala SPI yang turun langsung mendampingi penyusunan program kerja ini menekankan prinsip 3E, ekonomisasi, efektivitas dan efisiensi dalam penyusunan program kerja dan anggaran. Beberapa item dari program kerja FTIK mendapatkan peringatan, karena dinilai tidak efisien. Analis perencana juga memberikan rekomendasi terkait program kerja yang dapat dibiayai baik itu dari anggaran BOPTN maupun BLU. Beliau juga mengingatkan untuk menyusun rencana penarikan dana dari setiap program kerja yang akan dilaksanakan, untuk menghindari penumpukan penarikan dana pada waktu waktu tertentu.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara berbagai pihak terkait, serta memastikan bahwa seluruh program verja yang disusun memenuhi kualitas yang diharapkan dan sesuai dengan kebijakan insitut.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penutup oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yang menegaskan komitmen fakultas dalam mengikuti arahan dan rekomendasi yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan asistensi ini. Kami akan memastikan bahwa hasil dari diskusi hari ini dapat diterapkan dengan baik dalam penyusunan program kegiatan kami untuk tahun anggaran 2025,” ungkap Prof. Sukirman.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki dan menyempurnakan program yang ada, tetapi juga memupuk sinergi antara berbagai elemen di IAIN Palopo untuk mencapai hasil yang optimal dan berdampak positif bagi seluruh civitas akademika.





